Penyebab menjadi pembully
Penyebab menjadi pembully
By : Dewi Rinar
Ini adalah cerita seorang siswi yang duduk dibangku
SMP. Ia Bernama vina umurnya 13 tahun, Vina memiliki masa lalu yang sangat
kelam. Dimana ia menjadi korban bullying dan menjadi seorang pembully.
Pada suatu hari, dimana pada saat vina pertama masuk
sekolah kelas 1 SD, vina berangkat dari rumah menuju ke sekolah dengan
terburu-buru dan tidak sabar. Bagaimana tidak, vina sangat ingin cepat-cepat
bertemu dan berkenalan dengan teman barunya. Di sekolah vina adalah seorang
anak yang sangat ceria dan suka membantu. Waktu itu vina sudah memiliki banyak
teman karena ia adalah anak yang supel atau pandai bergaul. Berbeda dengan
salah satu temannya yang bernama Frida. Dia anak yang pendiam, suka menyendiri,
dan tidak pandai bergaul. Saat itu Frida duduk di teras sekolah sendirian. Vina
yang melihat temannya menyendiri segera menghampirinya dan bertanya ‘’hai
kenapa kamu sendirian disini?.’’. Frida pun menjawab ‘’tidak apa-apa.’’. Vina
yang anak supel lantas segera mengajak Frida berkenalan. Dan disitulah Frida
mempunyai teman pertamanya yaitu vina.
Satu tahun kemudian, dimana saat mereka sudah naik
kelas 2 SD. Disinilah awal mula vina menjadi korban bullying dan bahan cacian
oleh teman dan gurunya. Saat itu vina dan temannya mengikuti pelajaran
olahraga, kebetulan pada saat itu pelajaran olahraganya diluar lingkungan
sekolah, yang dibimbing oleh bu mawar (guru olahraga). Vina dan teman-temannya
sangat senang karena mereka akan berjalan-jalan di luar lingkungan sekolah.
Tempat tinggal dan sekolah mereka yang ada di pedesan menambah perjalanan
mereka semakin menyenangkan dengan alam yang sangat indah. Karena rumah vina
dan teman-temannya lumayan dekat dengan sekolah, maka saat perjalanan mereka
akan melintasi rumah mereka masing-masing.
Saat itu, salah satu teman vina yang Bernama silfi
berkata ‘’hai teman-teman, lihat itu ruamahku.’’. teman vina pun menjawab
‘’wahh….,lumayan bagus juga ya rumahmu.’’. silfi menjawab dengan nada
sombongnya ‘’iya dong,kan aku anak orang kaya.’’. salah satu temannya yang
bernama rama menjawab kata-kata sombong yang dilontarkan oleh silfi ‘’sombong
banget,masih bagusan rumahnya tara.’’. tara adalah siswi yang paling kaya
dikelas vina. Dibandingkan dengan silfi kehidupan tara jauh lebih enak, ibu
tara seorang dokter dan ayahnya seorang polisi. Di perjalanan teman-teman vina
sudah melintasi rumah mereka masing-masing, giliran rumah vina yang belum.
Teman-temannya pun lantas bertanya kepada vina ‘’dimana rumahmu vina?, dari
tadi kami belum melintasi rumahmu.’’. vina pun menjawab ‘’oh..sebentar lagi
kalian akan melihat rumahku.’’. Tibalah saat mereka melintas di depan rumah
vina, lalu vina berkata kepada teman-temannya ‘’teman-teman, inilah rumahku.’’.
teman-teman vina pun terdiam sejenak dan bertanya kepada vina ‘’ha...ini
rumahmu vina?.’’ Dengan raut muka yang terheran heran. ‘’iya ini rumahku.’’
Jawab vina. Bahkan bu mawar (guru olahraga) pun bertanya kepadanya ‘’vina, ini
benar rumahmu?, Kecil sekali seperti kendang ayam.’’.sontak teman-teman vina
tertawa dengan perkataan bu mawar. Vina yang kaget dengan perkataan bu mawar
pun menjadi terdiam dan sedih. Bu mawar adalah seorang guru yang terkenal
dengan rasa pilih kasihnya terhadap muridnya.
Setelah teman-teman vina dan bu mawar mengetahui bahwa
vina adalah anak orang tidak punya atau miskin vina pun menjadi lebih
dikucilkan dan dihina. Tidak sedikit ejek-ejekan yang dilontarkan kepada vina
oleh teman-temannya. suatu saat vina sedang membeli jajan dengan uang seribu.
Lagi-lagi teman-temannya mengejeknya dengan perkataan miskin. Saat vina
memasuki kelas pun mereka masih mengejeknya. Silfi yag terkenal sombong
bertanya kepada vina ‘’hey vin…, kenapa jajan Cuma seribu?, anak miskin.’’
Dengan gaya sombongnya. ‘’aku hanya menghemat saja.’’ Jawab vina. Silfi
mengejeknya lagi ‘’ya iya lah hemat orang miskin kan uangnya sedikit,beda sama
kita.’’. vina yang jengkel dengan ejekan teman-temannya lantas pergi
meninggalkan mereka dan keluar kelas.
Di suatu hari saat vina sudah naik kelas 4, vina
berfikir bahwa hinaan dan cacian yang ia alami oleh temannya sudah berakhir.
Namun ia salah, cacian dan hinaan yang dialami oleh vina justru lebih parah.
Dimana di suatu hari vina dibully oleh teman-temannya, ia difitnah dan dikunci
di sebuah ruangan gelap seorang diri oleh teman-temannya. Vina yang menangis
ketakutan memohon kepada teman-temannya agar dikeluarkan dari ruangan yg sangat
gelap itu. Namun teman-temannya tidak menghiraukan permohonan vina dan
meninggalkannya sendirian. Pada saat itu salah satu kakak kelas vina yang
mengetahui kejadian tersebut segera mengadukann ke guru. Lebih parahnya lagi,
guru tersebut tidak peduli atas kejadian yang dialami vina dan hanya menyuruh
vina keluar dari ruangan itu dan menyuruh vina untuk menutup mulut atas
kejadian itu. Bahkan tidak hanya itu vina pun pernah dipukuli oleh
teman-temannya.
Pada saat masa-masa ini vina mengalami gangguan
Kesehatan mental. ia samapi tidak ingin berangkat ke sekolah. Vina yang dulunya
seorang anak ceria, sekarang menjadi seorang anak yang sangat pendiam. Ia
sangat tidak ingin berteman pada siapapun dan vina menjadi seorang anak yang
suka marah. Bahkan temannya yang Bernama Frida seorang anak pendiam menjadi
pelampiasan amarahnya.
Hari demi hari, vina lama kelamaan menjadi anak yang
sangat jahat disekolahnya. Vina membully adek kelas dan teman-temanya yang
tidak bersalah. bahkan ia tidak segan-segan memukuli atau mencubiti Frida si
anak pendiam. Perlakuan vina terhadap teman-temannya itu tidak jauh beda dengan
perlakuan teman-temannya dulu terhadap dirinya. Ia menahan emosinya dari pembullyan yang dilakukan oleh
teman-temannya dulu hanya karena vina anak orang tidak punya atau miskin. Dan
pada akhirnya sekarang ia melampiaskan emosinya itu kepada teman-temannya.
Bahkan ia melampiaskan emosi dan amarahnya itu kepada teman-temannya yang tidak
bersalah. Salah satunya adalah kepada Frida. Dulu yang pada awalnya vina
mengajak Frida berteman karena sendirian, pada akhirnya sekarang Frida menjadi
bahan bullying vina.
Beralih pada saat vina memasuki kelas 1 SMP, vina
sudah banyak berubah. Yang dulunya menjadi seorang anak pembully dan jahat,
kini ia Kembali menjadi anak yang ceria dan suka membantu. Ia banyak belajar
dari masa lalunya. Bahwa bully atau pembullyan adalah Tindakan yang tidak
terpuji dan merugikan orag lain. Bullying membawa dampak yang sangat negatif
pada semua orang terutama para pelajar. Mereka para korban-korban bullying akan
membalas dendam karena dahulu pernah diperlakukan sama oleh seniornya. Tidak
hanya ke seniornya, bahkan mereka para korban-korban bullying akan membalaskan
dendamnya kepada orang-orang yang tidak bersalah, Dan tentunya itu sangat
merugikan banyak orang.
Kesimpulan
dari cerita ini adalah:
Dampak
pembullyan akan berpengaruh kepada mental korbannya. Membuat para korban merasa
benci terhaap dirinya, dan mereka akan merasa ketakutan menghadapi dunia luar
sehingga mereka mengurung diri di rumah. Pembullyan hanya akan membawa
kerusakan dan dampak negatif bagi semua orang.
Saran
penulis:
Jangan
sekali-sekali membully teman atau bahkan orang lain. Karena bisa mengakibatkan
orang yang baik menjadi jahat. Tidak sedikit dampak negatif dari perilaku ini,
baik bagi yang membully (pelaku) maupun yang di bully (korban). Oleh karena
itu, kebiasaan melakukan bullying harus segera dihentikan. Mari kita menanamkan
niai kemanusian kepada teman dan mendorong mereka untuk bersikap terbuka,
terkait apa yang dialami di sekolah. Dan marilah kita menjadi orang yang baik
bagi semua orang.
Comments
Post a Comment